Dharma Santi Banten 2025

Dalam semangat harmoni kebenaran dan kedamaian, Dharma Santi Banten 2025 hadir sebagai wadah Silaturahmi, Simakrama dan refleksi bersama sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947.

Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan Apsari Dewi, S.H., LL.M., PhD selaku ketua panitia acara yang digelar di The Entrance Convention Hall Q-Big BSD City pada Sabtu (24/05/2025) ini, dalam sambutannya menyampaikan “Dharma Santi Banten Tahun 2025 kali ini mengusung tema ‘Manawasewa, Madawasewa Menuju Indonesia Emas 2045’ yang bermakna pengabdian dan pelayanan kepada sesama manusia”.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni
, S.M., M.AP ini diharapkan dapat menjadi ruang dharma untuk saling memaafkan, mempererat persaudaraan, dan menyatukan keberagaman dalam damai.

Tahun ini, Dharma Santi membawa makna yang lebih mendalam menghadirkan kolaborasi budaya antara Bali dan Banten. Dua warisan
luhur dari Nusantara bertemu dalam satu panggung, saling menyapa lewat simbol, warna, dan rasa.
Bali dengan kesucian, keindahan, keagungan dan ketulusannya.
Banten dengan kearifan lokalnya, dengan motto iman dan taqwa mewujudkan Banten yang mandiri, maju dan sejahtera. Konsep tersebut tercermin dalam berbagai ornamen yang ditampilkan. Jika biasanya perayaan umat Hindu kental dengan corak khas Bali, dalam Dharma Santi ini ditampilkan corak asli Banten seperti ornamen gapura Surosowan yang dibalut dengan kain batik khas Banten.

Melalui Dharma Santi Banten, Hindu hadir menunjukkan kepada Pemerintah dan Pemimpinnya sebagai Guru Wisesa, menyapa sesama umat manusia lintas agama tampa sekat perbedaan melalui laku acara formal, seni, dekorasi, dan upacara, kita diajak untuk mengenang, merayakan, dan menjaga harmoni dalam keberagaman.

Dharma Santi Banten 2025 tempat di mana budaya bukan hanya dilihat, tapi dirasakan dalam hati. Semoga damai di hati, damai di dunia dan damai selamanya.