
Dalam rangka memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam isu pemberdayaan perempuan, keluarga, dan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar Audiensi dan Diskusi Kolaboratif bersama 20 perwakilan aktivis dan influencer yang aktif bergerak di bidang sosial dan edukasi yang dipimpin langsung oleh Ibu Menteri PPPA yaitu Arifah Choiri Fauzi.
Salah satu peserta audiensi, Cindy Indira, selaku Jaksa pada Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan sekaligus pendiri platform edukatif @Terselimuti, turut hadir mewakili inisiatif yang berfokus pada edukasi publik terkait isu Child Grooming dan perlindungan anak dari kekerasan seksual berbasis digital.
Dalam pertemuan yang berlangsung diskusi difokuskan pada penyusunan Action Plan dan bentuk kolaborasi digital antara para pegiat sosial dan KemenPPPA. Tujuannya adalah menciptakan ruang yang lebih aman, berdaya, dan ramah bagi perempuan serta anak-anak di Indonesia.
Cindy Indira menegaskan pentingnya sinergi antara penegakan hukum, edukasi, dan kampanye digital:
“Upaya perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan sisi hukum. Edukasi dan kesadaran publik, terutama di ruang digital, menjadi kunci pencegahan child grooming dan kekerasan seksual terhadap anak. Melalui Terselimuti, kami berkomitmen untuk terus menyuarakan hal ini bersama KemenPPPA dan jejaring aktivis lainnya.”
Audiensi ini juga menjadi langkah awal menuju kampanye nasional bersama KemenPPPA dalam tiga momentum penting:
• Hari Anak Sedunia (20 November)
• 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP)
• Peringatan Hari Ibu (22 Desember)
Kampanye ini akan membawa pesan utama tentang penguatan peran perempuan, kesetaraan pengasuhan, serta perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, baik di dunia nyata maupun digital.
Dengan semangat kolaborasi, KemenPPPA dan para aktivis berharap inisiatif ini menjadi penggerak perubahan nyata agar perempuan dan anak Indonesia terus berdaya, terlindungi, dan berkarya.


